Februari Dua Satu

Lima hari menjalani bulan kedua di tahun dua satu. Tiga puluh enam hari sudah menjalani tahun dua satu. Tahun yang diawali dengan isolasi di rumah. Mendekatkan diri satu sama lain. Terutama bersama bersatu mendekat kepada-Nya.

Bulan Januari telah kembali terlewati. Beberapa peristiwa yang perlu ditulis untuk dikenang. Salah satunya saat berhasil melewati masa isolasi bersama istri yang tertulis postingan 12 Hari Menemani Istri Positif COVID-19.

Vaksin

Keluargaku termasuk orang yang beruntung. Bekerja di sebuah rumah sakit, kami mendapat giliran vaksin gratis dari pemerintah. Istriku dengan berat hati harus menolak vaksin tersebut, karena sudah menjadi penyintas COVID-19. Ya itung-itung biar dipakai untuk rekan sejawat yang lebih membutuhkan. Semoga saja antibodi dalam tubuh istriku sudah terbentuk baik.

Aku sendiri mendapat giliran vaksin. Setelah mendapat SMS pemberitahuan dari pedulilindungi.id, aku pun segera melakukan registrasi ulang untuk menentukan lokasi vaksin.

Untungnya aku ta perlu berkelana demi mendapatkan vaksin. Vaksin pertama disuntikkan pada tanggal 19 Januari. Sedangkan yang kedua baru saja tanggal 2 Februari kemarin. Dua minggu setelah yang pertama. Keduanya berlokasi di instansi tempat kerjaku. Deket.

Gejala yang muncul setelah vaksin, standar. Pegal di tangan, mengantuk, lapar, dan kadang sedikit pusing. Ya seperti balita diimunisasi lah. Kebetulan vaksin yang diberikan merk Sinovac, yang diklaim merupakan virus yang sudah mati. Jadi ya resikonya kecil. Membentuk antibodi, atau tidak sama sekali. Karena resiko kecil, persentase keberhasilan membentuk antibodi pun tidak terlalu besar.

Jangan khawatir. Bahkan di lingkungan kerja tetap ada yang pro dan kontra terhadap vaksin ini. Itu terserah kalian sih. Namun bagiku mungkin ini adalah usaha untuk segera bangkit dari pandemi ini. Itu buat aku lho.

Mobil dan Rumah

Bulan kemarin cukup menguras energi dan sumber daya. Terutama untuk perbaikan mobil dan rumah.

Maklum saja mobil kami terhitung cukup tua. Tahun pembuatan 2006. Tahun kepemilikan 2020. Jadi ga tahu selama 14 tahun tersebut bagaimana perawatannya. Jadi ya wajar lah kalau butuh perbaikan sana-sini.

Mulai dari flushing oli matic, ganti steering rack power steering, hingga terakhir kemarin ganti aki. Lumayan membuat kami harus memindah beberapa pos keuangan.

Selain itu, rumah yang kami huni juga sudah menunjukkan butuhnya sentuhan tukang. Yang paling baru sih penggantian talang air utama. Kalau hujan sudah nggrojok dan kata pak tukang, lebih baik diganti. Walau baru dua tahun.

Tidak apa, perbaikan selalu menuju ke arah yang lebih baik.

Ngoding

Kegiatan ini tidak pernah lepas dari kehidupanku. Karena merupakan main job di kantor.

Selain itu, di awal tahun ini ada beberapa sahabat yang meminta bantuan untuk membuat sesuatu.

Sayang, jiwa ingin membantu dan rasa rikuh untuk menolak, selalu menggerogoti diriku.

Hingga suatu saat istriku pernah berkata, “Mbok wis mas, rasah kudu ngoyo, kabeh-kabeh di-iya-ni“.

Namun ya kembali lagi kadang rasa ingin membantu itu selalu menang. Walaupun terkadang mengalahkan raga dan pikiran. Untung saya masih bisa waras hingga saat ini.

Jadi masih tetap ngoding hingga saatnya lelah lalu istirahat dan kembali ngoding.

Wishlist

Keinginan pastilah banyak.

Pingin bisa sepedaan rutin bersama istri

Pingin hunting foto lagi

Pingin rutin futsal lagi. (Nah yang ini sudah dimulai minggu kemarin)

Pingin main musik lagi bareng Instikustik

Pingin bikin usaha sendiri yang non-programming

Pingin bikin podcast

Pingin tugas koor lagi di gereja

dan yang jelas pingin terus merawat apa yang sudah dimiliki sekarang

Semoga semuanya bisa tercapai. Amin.

Mukidi Sunat

Bu WIE menengok anak tetangganya yg  habis disunat.

Bu WIE : ” Mana jeng anaknya yang baru di sunat?”

Bu MUKIDI : “Itu di kamar….”

beberapa saat kemudian  

Bu WIE : “Wah jeng,  bentuknya bagus dan rapi ya… , jadi gemes ih”. Lagian masih kecil kok udah panjang ya Mbakyu !

Bu MUKIDI : “Emang mbakyu lihat yang mana?”
Bu WIE : “Yang di kasur”.

Bu MUKIDI : “Anak saya yang di kursi…!!!”
Bu WIE : “Lho ! Yang di kasur siapa ?”

Bu MUKIDI : *” Yang itu MUKIDI suami saya…!!!”*
hahaha??? salah mbukak ????

Nama Mukidi

​Ternyata banyak Mukidi² yang lain di belahan dunia ini, ini dia nama² Mukidi di negaranya masing² 

Jepang  :  Hiroshi Mukidizhiwa

Irlandia  : Ian McKiddy

Rusia     : Vladimir Mukidizimov

Kroasia  : Dejan Mukidic

Italia     : Alessandro Mucchidiotti

Brasil    : Luiz De Mukidizinho

Prancis : Jean Pierre Mukidien

China  : Moo Khi Die 

Polandia : Jakub Mukidovski

Spanyol : Esteban Mokidios

Argentina : Sergio Muchidisso

Turki   : Hakan Mukidur

Nigeria : Onyewu Mukkediawo

Phillipina : Jose Mukido

Arab  : Abdullah Al Mukhidi

Thailand : Chaktee Mokdisawatt

Portugal : Joao Mukidinaldo

India :  Vijay Mukiditee

Czech : Marek Mukdizek

Swedia : Magnus Moekidisson

Denmark : Erik Mukidissen

Hongaria : Igor Mukidov

Holland : Robin van Mukidistelroy 

Indonesia : Mukidi

..Mukidi seduniaa ??

Mie Ayam

Hari itu berjalan seperti biasanya. Ngantor dan pulang jam 5 sore adalah rutinitas yang kuhadapi setiap hari Senin hingga Jumat. Biasanya, kalau istri sedang di rumah, sepulang kerja aku langsung disodori berbagai macam makanan. Takut kelaparan, katanya.

Namun kali itu aku berkata kepada istriku, sebelum pulang, “Mai nanti ga usah masak, aku pingin jajan seblak yuk.

Read more