Di dunia ini banyak yang mencari kebenaran. Padahal kita ga tau manakah yang benar-benar “benar”.
Siang ini ada klien yang melaporkan bug pada aplikasi yg kubuat beserta temanku. Ada ketidaksinkronan data. Dimana hal ini disebabkan perbedaan proses pembulatan. Oke siap, kita perbaiki bugnya dan kita datafix.
Lucunya
si klien minta data yang benar disesuaikan dengan data yang salah. Weladalah maksude pitikih? Alasannya karena data yg salah sudah dikirim. Jadi beliau minta data yang benar disalahkan, agar semuanya jadi seragam.
Aneh kan? Seperti hal-hal di sekitar kita.  Hal salah yang banyak dan seragam bisa dianggap “benar”. Sedangkan si benar yg sendirian akan dianggap salah.

Benar-benar salah